Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Senin, 19 Oktober 2009

Jumbara 2009 PMI Kabupaten Pekalongan

Di tahun 2009 ini PMI Kabupaten Pekalongan akan mengadakan kegiatan Jumbara (Jumpa Bakti dan Gembira) yang merupakan kegiatan pertemuannya para pangkalan-pangkalan PMR dari berbagai sekolahan yang ada di Kabupaten Pekalongan yang rencananya akan dilaksanakan di Obyek wisata Linggoasri pada tanggal 17-20 Desember 2009.

Data yang ada pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan ada sejumlah 37 baik SMA maupun SMK. Sedang untuk SMP dan MTs sejumlah 97 sekolah, dimana ini belum merupakan dari SMP satu atap.

Sehingga diharapkan Jumbara 2009 di Kabupaten Pekalongan akan lebih banyak peserta pangkalan yang mengikutinya. Tentu hal ini tak akan berjalan lancar tanpa persetujuan dan kebijaksanaannya dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan dan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Pekalongan.

Ditemui usai sholat Jumat tanggal 2 Oktober 2009, oleh panitia inti kepada Bapak Susiyanto selaku Ketua PMI Cabang Kabupaten Pekalongan (yang juga Sekda Kabupaten Pekalongan) di Rumah Dinas Sekda, beliau menyampaikan persetujuannya acara tersebut dilaksanakan. Setelah menemui Bapak Susiyanto, panitia inti Jumbara juga berkunjung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, yang langsung di terima oleh Bapak Tri Panji Irianto selaku Kepala Dinas Pendidikan, dalam kesempatan tersebut Bapak Panji juga menyetujuinya.


Panitia inti yang telah terbentuk untuk sementara adalah:
Ketua : Ari Wibowo
Ketua I : Budi Nur Effendi, SE (Bidang admin)
Ketua II : Teguh NIng Wibowo, SPi (Bidang Lomba dan Non Lomba)
Sekretaris 1: Dwi Jayanto, SP
Sekretaris 2: Trio Santosa, SE
Bendahara 1: Siti Safaatul Utma
Bendahara 2: Suryo Sularno, AMd.

Sebelum diadakan kegiatan Jumbara 2009 PMI Kabupaten Pekalongan, maka akan dilaksanakan Penyegaran Pembina PMR se-Kabupaten Pekalongan dan penyampaian materi lomba secara bersama kepada siswa calon peserta Jumbara 2009 (dari peserta hanya 2 orang tiap pangkalan).
Penyegaran Pembina PMR rencananya akan dilaksanakan di SMK Kedungwuni pada hari Sabtu jam 08.00 sampai selesai. Yang kemungkinan bila ada kesempatan maka acara tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua PMI, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Kantor Departemen Agama.

Pelatihan untuk siswa, insyaAllah akan dilaksanakan pada tanggal 16 & 17 Oktober di SMP 2 Kajen, dengan materi PP, PK, Kesehatan Remaja, KM HPI dan Siaga Bencana.

Minggu, 27 September 2009

Peringatan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) Ke 64

Belum lama terjadi bencana gempa bumi yang mengguncang Tasikmalaya dan sebagian daerah Jawa Barat. Peristiwa ini menambah deretan bencana yang terjadi di Indonesia sebagai negara “supermarket bencana”. Pada Oktober mendatang, sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan dan dikhawatirkan curah hujan akan menyebabkan bencana banjir.

Menghadapi banjir dan berbagai bencana ini, Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak masyarakat untuk bersama melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana. Bertepatan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke 64 yang jatuh pada 17 September, PMI dan masyarakat melakukan rangkaian kegiatan pengurangan risiko bencana dengan membuat 5.000 lubang resapan biopori, memberantas sarang nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3 M Plus (abate) untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD), dan mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai penyakit DBD dan cegah flu, pada Minggu (13/9).

“Kita berharap tidak ada lagi bencana, tapi kenyataannya bencana masih saja terjadi. Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa mengurangi dampaknya dengan melakukan kegiatan pengurangan risiko. Karena itu kegiatan kali ini sangat penting dan yang utama harus melibatkan masyarakat karena mereka yang seringkali menjadi korban,” jelas Ketua Umum PMI, Mar’ie Muhammad.

Dari 5.000 lubang resapan biopori yang dibuat di Jakarta, Kota Tangerang, dan Kabupaten Bekasi, PMI dan masyarakat secara simbolik membuat 50 lubang di halaman kantor Suara Pembaruan hari Minggu ini. Untuk PSN dan abate melibatkan 200 juru pemantau jentik (jumantik) cilik dari anggota PMR Mula untuk bertugas di RW 2, 4, dan 12 Kelurahan Cawang. Sementara itu 200 warga dilibatkan dalam penyuluhan kesehatan penyakit DBD dan simulasi cuci tangan untuk mencegah flu.

Seluruh kegiatan dikonsentrasikan di Kelurahan Cawang Jakarta Timur sebagai daerah rawan banjir dan tempat menyebarnya penyakit DBD. Tidak kurang dari 1.000 orang dari kalangan masyarakat, relawan, dan anggota Palang Merah Remaja akan terlibat dalam kegiatan ini.

Di sela-sela kegiatan, PMI juga akan meluncurkan pelayanan Ambulans Siaga Lebaran dan pos pertolongan pertama menjelang arus mudik Idul Fitri 1430 H. Peluncuran ini ditandai dengan penyerahan tas pertolongan pertama dan pelepasan 5 unit ambulans. Direncanakan pelayanan ambulans ini akan mulai beroperasi pada H-7 dan H+7 lebaran.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menandakan peringatan HUT PMI yang dilakukan serentak di seluruh Daerah dan Cabang PMI di Indonesia.

Senin, 24 Agustus 2009


YOUTH CAMP PMR WIRA

Youth camp PMR WIRA se-Provinsi Jawa Tengah Digelar dalam rangka memperingati Hari Remaja Sedunia, 12 Agustus, bahwa masalah remaja tidak akan ada habisnya.Banyak sisi menarik yang dijadikan bahan pembicaraan dari hal positif maupun negatif. Masa remaja penuh dengan problema, karena remaja merupakan usia produktif dan aktif beraksi. Namun generasi muda harus selalu diarahkan ke arah yang positif agar menumbuhkan generasi yang berkualitas. Generasi muda yang berkualitas itu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan.Melalui Youth Camp yang diselenggarakan PMI Provinsi Jawa Tengah ini, diharapkan kualitas remaja yang positif dapat tumbuh dan berkembang. Kegiatan ini diikuti oleh 33 PMI Cabang di Jawa Tengah dengan jumlah peserta 132 anggota PMR dengan mengangkat tema “Upaya Pengurangan Resiko Berbasis Remaja”.
Agar peserta YOUTH CAMP ini dapat berperan aktif, maka diterapkan beberapa metode dalam pelaksanaan kegiatan ini, antara lain : ceramah, sharing, diskusi kelompok, simulasi, praktek, dan yang lebih seru ada permainannya.Pada jam istirahat, para peserta dapat sharing dengan teman–teman lainnya dan berbagi pengalaman.
Salah satu peserta Youth Camp ini dari Kabupaten Pekalongan adalah siswa siswi dari SMK 1 Kedungwuni yaitu 1 putra dan 1 putri.
Hari pertama peserta Youth Camp masih merasa asing dengan lingkungan barunya, karena untuk beberapa peserta ini merupakan pengalaman pertama. Namun dengan dibentuknya kelompok-kelompok saat kegiatan, mereka jadi kenal satu sama lain.Dengan terbentuknya kelompok, kegiatan belajar ini jadi lebih mudah karena terkoordinir dan dimaksudkan agar sesama peserta lebih bisa berinteraksi. Para peserta juga dituntut untuk saling kompak dan saling bekerjasama. Antrian masalah Mandi yang Dikeluhkan
Keluhan muncul dari salah satu peserta Youth Camp, Vanda asal Grobogan, “Fasilitas kamar mandi kurang, airnya sedikit, waktu ngaret, dan colokan listrik kurang banyak”, terangnya kepada REAKSI.
Keterbatasan penggunaan air bersih dan fasilitas kamar mandi yang kurang. Kak Wuri mengungkapkan, “Kegiatan ini bertemakan Upaya Penanggulangan Resiko Berbasis Remaja, sehingga peserta diharapkan menghemat penggunaan air bersih. Kenyataannya remaja sering menggunakan air dengan berlebihan“.
Keluhan lainnya juga muncul dari Rismawan asal SMK 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, “Tempat mandi tidakmemadahi,dan sering kekurangan air.Apalgi ditambah hawa yang sangat panas banget”.
Menanggapi hal itu, Kak Nashir selaku fasilitator mengatakan bahwa kurang komunikatifnya panitia dengan peserta, karena tanggung jawab panitia dalam keberhasilan kegiatan hari ini dan rencana mengkoordinasi acara selanjutnya .
Dapat dimaklumi, karena kegiatan ini diikuti oleh banyak peserta maka panitia berusaha melakukan persiapan dengan baik. Meskipun masih ada beberapa keluhan lain, seperti peralatan dan pintu kamar mandi yang rusak, tempat wudhu kurang nyaman, udara panas dan kehausan. Namun semua itu dapat diterima oleh para peserta karena ini masih hari pertama kegiatan, jadi para peserta masih menyesuaikan diri dengan keadaan.
Dalam kegiatan ini peserta diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik–baiknya, meskipun banyak keluhan, karena segala fasilitas yang minim itu adalah sebagai pembelajaran untuk terjun di daerah bencana. Sehingga PMR Wira lebih tanggap dalam aplikasi siaga bencana.