Belum lama terjadi bencana gempa bumi yang mengguncang Tasikmalaya dan sebagian daerah Jawa Barat. Peristiwa ini menambah deretan bencana yang terjadi di Indonesia sebagai negara “supermarket bencana”. Pada Oktober mendatang, sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan dan dikhawatirkan curah hujan akan menyebabkan bencana banjir.
Menghadapi banjir dan berbagai bencana ini, Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak masyarakat untuk bersama melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana. Bertepatan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke 64 yang jatuh pada 17 September, PMI dan masyarakat melakukan rangkaian kegiatan pengurangan risiko bencana dengan membuat 5.000 lubang resapan biopori, memberantas sarang nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3 M Plus (abate) untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD), dan mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai penyakit DBD dan cegah flu, pada Minggu (13/9).
“Kita berharap tidak ada lagi bencana, tapi kenyataannya bencana masih saja terjadi. Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa mengurangi dampaknya dengan melakukan kegiatan pengurangan risiko. Karena itu kegiatan kali ini sangat penting dan yang utama harus melibatkan masyarakat karena mereka yang seringkali menjadi korban,” jelas Ketua Umum PMI, Mar’ie Muhammad.
Dari 5.000 lubang resapan biopori yang dibuat di Jakarta, Kota Tangerang, dan Kabupaten Bekasi, PMI dan masyarakat secara simbolik membuat 50 lubang di halaman kantor Suara Pembaruan hari Minggu ini. Untuk PSN dan abate melibatkan 200 juru pemantau jentik (jumantik) cilik dari anggota PMR Mula untuk bertugas di RW 2, 4, dan 12 Kelurahan Cawang. Sementara itu 200 warga dilibatkan dalam penyuluhan kesehatan penyakit DBD dan simulasi cuci tangan untuk mencegah flu.
Seluruh kegiatan dikonsentrasikan di Kelurahan Cawang Jakarta Timur sebagai daerah rawan banjir dan tempat menyebarnya penyakit DBD. Tidak kurang dari 1.000 orang dari kalangan masyarakat, relawan, dan anggota Palang Merah Remaja akan terlibat dalam kegiatan ini.
Di sela-sela kegiatan, PMI juga akan meluncurkan pelayanan Ambulans Siaga Lebaran dan pos pertolongan pertama menjelang arus mudik Idul Fitri 1430 H. Peluncuran ini ditandai dengan penyerahan tas pertolongan pertama dan pelepasan 5 unit ambulans. Direncanakan pelayanan ambulans ini akan mulai beroperasi pada H-7 dan H+7 lebaran.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menandakan peringatan HUT PMI yang dilakukan serentak di seluruh Daerah dan Cabang PMI di Indonesia.
Minggu, 27 September 2009
Senin, 24 Agustus 2009

YOUTH CAMP PMR WIRA
Youth camp PMR WIRA se-Provinsi Jawa Tengah Digelar dalam rangka memperingati Hari Remaja Sedunia, 12 Agustus, bahwa masalah remaja tidak akan ada habisnya.Banyak sisi menarik yang dijadikan bahan pembicaraan dari hal positif maupun negatif. Masa remaja penuh dengan problema, karena remaja merupakan usia produktif dan aktif beraksi. Namun generasi muda harus selalu diarahkan ke arah yang positif agar menumbuhkan generasi yang berkualitas. Generasi muda yang berkualitas itu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan.Melalui Youth Camp yang diselenggarakan PMI Provinsi Jawa Tengah ini, diharapkan kualitas remaja yang positif dapat tumbuh dan berkembang. Kegiatan ini diikuti oleh 33 PMI Cabang di Jawa Tengah dengan jumlah peserta 132 anggota PMR dengan mengangkat tema “Upaya Pengurangan Resiko Berbasis Remaja”.
Agar peserta YOUTH CAMP ini dapat berperan aktif, maka diterapkan beberapa metode dalam pelaksanaan kegiatan ini, antara lain : ceramah, sharing, diskusi kelompok, simulasi, praktek, dan yang lebih seru ada permainannya.Pada jam istirahat, para peserta dapat sharing dengan teman–teman lainnya dan berbagi pengalaman.
Salah satu peserta Youth Camp ini dari Kabupaten Pekalongan adalah siswa siswi dari SMK 1 Kedungwuni yaitu 1 putra dan 1 putri.
Hari pertama peserta Youth Camp masih merasa asing dengan lingkungan barunya, karena untuk beberapa peserta ini merupakan pengalaman pertama. Namun dengan dibentuknya kelompok-kelompok saat kegiatan, mereka jadi kenal satu sama lain.Dengan terbentuknya kelompok, kegiatan belajar ini jadi lebih mudah karena terkoordinir dan dimaksudkan agar sesama peserta lebih bisa berinteraksi. Para peserta juga dituntut untuk saling kompak dan saling bekerjasama. Antrian masalah Mandi yang Dikeluhkan
Keluhan muncul dari salah satu peserta Youth Camp, Vanda asal Grobogan, “Fasilitas kamar mandi kurang, airnya sedikit, waktu ngaret, dan colokan listrik kurang banyak”, terangnya kepada REAKSI.
Keterbatasan penggunaan air bersih dan fasilitas kamar mandi yang kurang. Kak Wuri mengungkapkan, “Kegiatan ini bertemakan Upaya Penanggulangan Resiko Berbasis Remaja, sehingga peserta diharapkan menghemat penggunaan air bersih. Kenyataannya remaja sering menggunakan air dengan berlebihan“.
Keluhan lainnya juga muncul dari Rismawan asal SMK 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, “Tempat mandi tidakmemadahi,dan sering kekurangan air.Apalgi ditambah hawa yang sangat panas banget”.
Menanggapi hal itu, Kak Nashir selaku fasilitator mengatakan bahwa kurang komunikatifnya panitia dengan peserta, karena tanggung jawab panitia dalam keberhasilan kegiatan hari ini dan rencana mengkoordinasi acara selanjutnya .
Dapat dimaklumi, karena kegiatan ini diikuti oleh banyak peserta maka panitia berusaha melakukan persiapan dengan baik. Meskipun masih ada beberapa keluhan lain, seperti peralatan dan pintu kamar mandi yang rusak, tempat wudhu kurang nyaman, udara panas dan kehausan. Namun semua itu dapat diterima oleh para peserta karena ini masih hari pertama kegiatan, jadi para peserta masih menyesuaikan diri dengan keadaan.
Dalam kegiatan ini peserta diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik–baiknya, meskipun banyak keluhan, karena segala fasilitas yang minim itu adalah sebagai pembelajaran untuk terjun di daerah bencana. Sehingga PMR Wira lebih tanggap dalam aplikasi siaga bencana.
Selasa, 28 Juli 2009
Ketua Baru
Hari senin kemarin telah dilaksanakan pemilihan ketua PMR WIRA SMK 1 Kedungwuni yang baru.Dan juga telah dibentuk kepengurusan yang baru masa bhakti 2009/2010.
Nah ini adalah kandidat ketua PMR WIRA SMK 1 Kedungwuni :
1. Rismawan XI TKR 3
2. Slamet Haryanto XI TKR 3
Dan setelah diadakan pemilihan dengan pemilih dari kelas X, XI, dan sebagian kelas XII telah didapat hasil dengan perolehan sebagai berikut:
1. Rismawan 91 Suara
2. Slamet Haryanto 34 Suara
Jumlah surat rusak 8 Suara
Dengan demikian terpilihlah ketua PMR WIRA SMK 1 Kedungwuni masa bhakti 2009/2010 yaitu Rismawan.
Semoga dengan terpilihnya Rismawan dapat menjadi pemimpin yang baik dan membawa PMR WIRA SMK 1 Kedungwuni ini menjadi lebih baik dan menarik seta sejajar sengan Ekstra yang lain.
Amien...
Nah ini adalah kandidat ketua PMR WIRA SMK 1 Kedungwuni :
1. Rismawan XI TKR 3
2. Slamet Haryanto XI TKR 3
Dan setelah diadakan pemilihan dengan pemilih dari kelas X, XI, dan sebagian kelas XII telah didapat hasil dengan perolehan sebagai berikut:
1. Rismawan 91 Suara
2. Slamet Haryanto 34 Suara
Jumlah surat rusak 8 Suara
Dengan demikian terpilihlah ketua PMR WIRA SMK 1 Kedungwuni masa bhakti 2009/2010 yaitu Rismawan.
Semoga dengan terpilihnya Rismawan dapat menjadi pemimpin yang baik dan membawa PMR WIRA SMK 1 Kedungwuni ini menjadi lebih baik dan menarik seta sejajar sengan Ekstra yang lain.
Amien...
Label:
Kepengurusan
Langganan:
Postingan (Atom)