Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Senin, 01 Februari 2010

Melantik Gratisia

Di bulan februari ini, PMR SMK 1 Kedungwuni akan mengadakan kegiatan pelantikan calon anggota PMR. Dimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan di SMK 1 Kedungwuni pada hari Sabtu-Minggu tanggal 13-14 Februari 2010. Kegiatan ini akan diikuti oleh semua siswa kelas X yang telah mengikuti ekstra PMR selama 1 Semester. Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik, memberi materi, serta menanamkan jiwa tibhakti dan tujuhprinsip kepalang merahan. Selain kegiatan pelantikan, PMR Wira SMK 1 Kedungwuni juga akan mengikuti kegiatan Gratisia di SMAN 1 Pekalongan. Kegiatan ini berisi Lomba-lomba dan games serta pemberian materi. Lomba yang di laksanakan antara lain PP,PK, dan PRS. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 21 Februari 2010. Untuk kelancaran kegiatan tersebut, kami telah mengadakan pelatihan-pelatihan PP, PK, dan PRS. Semoga kami dapat dengan baik mengikuti dan melaksanakan kegiatan itu dengan baik. Amiien.

Rabu, 02 Desember 2009

Persiapan Jumbara SMK1 Kedungwuni


Untuk mencapaiesuksesan dijumbara cabang Pekalongan besok, dewan wira SMK 1 Kedungwuni mempersipkan segala sesuatunya dengan baik.

Adapun persiapannya meliputi latihan Traveling Kepalang merahan, paduan suara, jurnalistik, Pentas seni, Siaga bencana, dan lain-lain.

Dalam persiapan ini melibatkan seluruh dewan dan tidak lupa mengundang pelatih dari PMI cabang.

Semoga dengan semangat dan kemampuan kami,kami dapat mendapatkan hasil yang baik.

Mohon do'a restunya !!

Senin, 02 November 2009

Pertemuan Internasional Bahas Perkembangan Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat

Program CBHFA atau Aksi Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) adalah salah satu program di bidang kesehatan yang dilakukan oleh PMI. Program CBHFA telah berjalan sejak tahun 1999 dan selanjutnya pada tahun 2005 diadakan revitalisasi untuk program ini sesuai komitmen dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).

Terkait dengan perkembangan program ini, PMI menggelar pertemuan internasional bertajuk “CBHFA Global Lesson Learn Workshop” di Park Lane Hotel Jakarta sejak 25- 27 Oktober 2009. Pertemuan ini membahas seputar program CBHFA dan perkembangannya di Indonesia dan di sejumlah negara lainnya. Dari pertemuan ini diharapkan adanya sebuah rekomendasi untuk pelaksanaan program di masa yang akan datang. Pada kesempatan yang sama, PMI dan IFRC juga meluncurkan secara resmi program serta paket modul CBHFA.

Acara dihadiri oleh perwakilan palang merah dari 22 negara (Indonesia, Finlandia, Swedia, Norwegia, Amerika Serikat, Austria, Inggris, Australia, Kamerun, Cook Islands, India, Kenya, Myanmar, Namibia, Nepal, Pakistan, Samoa, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Sudan, dan Zimbabwe) serta IFRC.

Sekilas tentang Program CBHFA
Sejauh ini PMI telah melaksanakan program CBHFA di masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia. Program ini difokuskan untuk mendukung relawan dalam memotivasi masyarakat dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Caranya adalah dengan mendorong kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan pertama, meningkatkan respon dan penanggulangan bencana serta promosi kesehatan dasar melalui kegiatan penyuluhan.

“Melalui program CBHFA, masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi aktif dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan. Lewat program ini juga masyarakat disiapkan untuk menghadapi tanggap darurat bencana,” ujar Kepala Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat Markas Pusat PMI, dr. Lita Sarana di Jakarta (27/10).

Terkait dengan berjalannya program CBHFA di Indonesia, Wakil Ketua PMI Bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Amal Sjaaf menyatakan, “PMI sebagai perhimpunan palang merah di Indonesia telah dipercaya untuk mengujicobakan program ini di kawasan Asia Pasifik. Kami telah memulai program percontohan ini sejak 2007 di Propinsi NAD.”

Dalam pelaksanaannya, program CBHFA telah berkolaborasi dan berintegrasi dengan program pemerintah setempat, seperti Desa Siaga, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, posyandu, dan program-program lainnya. Berbagai proyek percontohan ini telah dilaksanakan di 4 Kabupaten di Propinsi NAD (Sabang, Bireun, Banda Aceh dan Aceh Jaya) dengan 99 desa didukung oleh 92 fasilitator tingkat kabupaten dan 1.883 Relawan Kesehatan Desa (RKD).

Melalui program CBHFA yang memakai pendekatan berbasis masyarakat, tentunya masyarakat diharapkan dapat mandiri dalam meningkatkan kesehatan dan kehidupan secara berkelanjutan. Program ini juga dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan, panduan fasilitator, panduan RKD, perangkat promosi kesehatan, dan media lain yang mendukung seperti, lembar balik, kalender kesehatan, dan jurnal relawan untuk memudahkan program berjalan.*